Atap Hijau Rss

Islam Dan Sihir

0

Posted by Saladin Safi | Posted in Miscellaneous | Posted on 28-12-2011

ISLAM DAN SIHIR

Firman Allah S.W.T.:

““Tuhanlah sahaja yang mengetahui segala yang ghaib, maka Ia tidak memberitahu perkara ghaib yang diketahuiNya itu kepada sesiapapun, – “Melainkan kepada mana-mana Rasul yang di redaiNya (untuk mengetahui sebahagian dari perkara ghaib yang berkaitan dengan tugasnya; apabila Tuhan hendak melakukan yang demikian) maka Ia mengadakan di hadapan dan di belakang Rasul itu malaikat-malaikat yang menjaga dan mengawasnya (sehingga perkara ghaib itu selamat sampai kepada yang berkenaan).” (Maksud Surah al-Jin (72): 26-27)

“Mereka (membelakangkan Kitab Allah) dan mengikut ajaran-ajaran sihir yang dibacakan oleh puak-puak Syaitan dalam masa pemerintahan Nabi Sulaiman, padahal Nabi Sulaiman tidak mengamalkan sihir yang menyebabkan kekufuran itu, akan tetapi puak-puak Syaitan itulah yang kafir (dengan amalan sihirnya); kerana merekalah yang mengajarkan manusia ilmu sihir dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat: Harut dan Marut, di negeri Babil (Babylon), sedang mereka berdua tidak mengajar seseorang pun melainkan setelah mereka menasihatinya dengan berkata: “Sesungguhnya kami ini hanyalah cubaan (untuk menguji imanmu), oleh itu janganlah engkau menjadi kafir (dengan mempelajarinya)”. Dalam pada itu ada juga orang-orang mempelajari dari mereka berdua: ilmu sihir yang boleh menceraikan antara seorang suami dengan isterinya, padahal mereka tidak akan dapat sama sekali memberi mudarat (atau membahayakan) dengan sihir itu seseorang pun melainkan dengan izin Allah. Dan sebenarnya mereka mempelajari perkara yang hanya membahayakan mereka dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan demi sesungguhnya mereka (kaum Yahudi itu) telahpun mengetahui bahawa sesiapa yang memilih ilmu sihir itu tidaklah lagi mendapat bahagian yang baik di akhirat. Demi sesungguhnya amat buruknya apa yang mereka pilih untuk diri mereka, kalaulah mereka mengetahui.” (Maksud Surah al-Baqarah (2):102).

“”Dan campakkanlah apa yang ada di tangan kananmu, nescaya ia menelan segala (benda-benda sihir) yang mereka lakukan, kerana sesungguhnya apa yang mereka lakukan itu hanyalah tipu daya sihir; sedang ahli sihir itu tidak akan beroleh kejayaan, di mana sahaja ia berada”.. (Surah Taha (20):69).

“”Dan campakkanlah apa yang ada di tangan kananmu, nescaya ia menelan segala (benda-benda sihir) yang mereka lakukan, kerana sesungguhnya apa yang mereka lakukan itu hanyalah tipu daya sihir; sedang ahli sihir itu tidak akan beroleh kejayaan, di mana sahaja ia berada”.. (Surah Taha (20):69).
Read the rest of this entry »

A Dinar & Dirham Conversation.

1

Posted by cik S | Posted in Miscellaneous | Posted on 23-12-2011

Friend: I don’t understand why you are doing this (Dinar & Dirham)

Me: Because paper money is worthless.

Friend: Tell me why?

Me: Okay, say you have RM50 now, how many thing you can buy with RM50?

Friend: two or three things,sometimes even less?

Me: See, how many things you can buy five years ago?

Friend: Lots!

Me: About 10 things right? Even when we were small, we could buy a trolley of it right?

Friend: Yes

Me: So how many things you can buy by the next five year?

Friend: Probably had to add more RM50.

Me: Correct. You have to have more ‘papers’ to buy the same thing compared to the last time you bought.

Do you know how paper money was created out of nothing?

Its when the Banks came in and brought a whole new idea to replace from gold to paper as money when money is just some piece of paper, where you write a note, put some serial number of the so-called ‘security’ but you can still print ‘fake money’ when the money itself is already a fraud.

Since Bretton Woods , money are no longer backed by gold, it was floated in the stock market and can be bought and sell in the midst of air leaving only a certain particular country monopolizing and benefiting as the money that you have to exchange to when there is no gold or silver to pay you back but papers constantly depreciating its value every year!  The banks in Malaysia for example are required to reserve 4% of the money in their banks & can loan 96% of it to others (other banks/loans/insurance etc). Which btw are only backed by 1.5% of gold. Lets say, you save RM100 in your bank, the bank save RM4 in their banks & loans RM96 to to other banks (via insurance/loans/etc) , say Bank B gets RM96, saves RM4 leaving only RM92  that can be loaned to other banks and the same thing happens every time they loan to another. So you see how the money grows out of nothing?

Friend: Okay, but I still don’t understand why you are promoting this as a currency, and why Malaysia? And not other countries?

Me: Don’t you see the fact that paper is depreciating its value? You saw it with your own eyes how you had to work so hard 24/7 a day to earn yourself a piece of paper????

Paper money is the ROOT OF RIBA, it makes money grow out of nothing, you are paying something more than you are supposed to pay, you pay interest when they should not put interest at the money you loan from, it oprresses you to a limit that makes a country like Greece , Italy goes bankrupt, owing millions of paper as debt.

They get your oil, goods etc by paying you worthless piece of paper,so much so that even the Dollar is going down, even China have lower down their money to attract more investor that the US wanted a law being made to block other countries from following China’s footstep because it will threaten them. That even US, is actually the worlds most in debt country in the world but never pays back.

Why Dinar & Dirham? The Dinar is made of Gold, it can buy you a goat in Rasulullah SAW time, even two goats if you can find a good place who can give you two goats for a Dinar – and yet you can buy the same amount of goat 1400 years later which is now! The Dirham is made of Silver, it can buy you a chicken (free range) in Rasulullah SAW time and it can still buy you a chicken in this age. That means if the price of chicken/goat goes up next year, the value of gold & silver coin will rise alongside the value of gold & silver.

But you must remember, its not the gold & silver price or the price of the things you can buy that goes up, but its the paper money that is going down – depreciating its value as we speak now.

And why Malaysia? Why not? In fact we want all the countries regardless muslim or not to use Dinar & Dirham. The Indonesian have minted their Dinar & Dirham since 10 years ago, Utah this year have use the American Eagle Gold Coin & recently I read that they have made the American Gold Dinar, even countries in Europe and everywhere in the world have made their own local currency in the form of barter trade,service and even printed their own money so that they can reduce using the paper currency.

We want them to be free of Riba, to be free of Riba is to be free of debts, to be free of debts is to be free of inflation and to be free of ALL this is to be free of paper money, because that is the root of everything. Once you restore the zakat using Dinar & Dirham, the rest of  will follow and falls into its rightful place.

Why? Because the zakat you pay with paper money is not the same value by the time it reach to the poor who should receive it.  You must pay it with something of the same value that you can calculated,weigh (such as grain,rice etc) – you cannot weigh paper right? But the zakat that you pay using Dinar & Dirham protects its value from year to year, which means, whatever value that they receive the zakat can be use by the poor if they were to use their dinar or dirham the upcoming year and probably manage to get out of their poverty one day!

(*Refer: Shaykh Umar Vadillo explanation on zakat using Dinar & Dirham)

If I wanted profit, I would not exchange papers with gold coins to you knowing the fact that the paper is depreciating its value but I am actually preparing you with what is coming – the collapse of paper money and the return of gold dinar. And its depreciating faster than you think.

Rasullullah SAW
Read the rest of this entry »

Kebenaran Yang Tersangkut

0

Posted by Shahkang | Posted in Miscellaneous | Posted on 12-12-2011

Kadang-kala saya terlalu liat untuk menulis sesuatu yang bercorak dan bernada serius. Sebabnya adalah saya bukan sesiapa yang boleh dilabelkan sebagai ‘para intelek’ atau ‘ilmuwan‘. Saya hanyalah seorang penulis biasa yang gemar memainkan bait-bait indah dan seorang pemimpin persatuan pelajar yang ‘malas’.

Dan begitulah, nasib. Umpama seekor musang yang berlegar-legar pada malam hari dan mencari makanan. Meskipun dia punya hak untuk dilayani sama rata seperti kucing Parsi atau kucing Scottish-fold, namun TIDAK. Manusia sering menyalah erti dirinya dan menuduhnya mencuri ayam dan memekak di atas bumbung pada waktu malam.

Kasihan?

Itulah kita/kami/aku/anda.  Sering disalahkan semberono. Biasalah. Musang. Bukannya kucing yang dimandi dan dibelai. Musang adalah ‘perayap’ malam yang mencari kebenaran. Tidak seperti kucing rumah yang disumbat segala kemewahan dan kurang mengerti apa maksud sebenarnya kehidupan mencabar di luar.

Hari ini, aku tetap mahu menulis sesuatu yang tegar.
Read the rest of this entry »

Sedekah kerana Allah

0

Posted by hikari189 | Posted in Miscellaneous | Posted on 06-12-2011

Di sebuah daerah, ada seorang lelaki yang kedekut dan tidak taat kepada perintah Allah. Dia pernah bersumpah menceraikan isterinya sekiranya memberi sedekah.

Pada suatu hari,datang peminta sedekah ke rumah lelaki kedekut itu. Peminta sedekah itu mengetuk pintu rumah lelaki itu. Isteri lelaki itu membuka pintu dan melihat peminta sedekah itu berdiri di hadapan pintu rumahnya. Peminta sedekah itu berkata kepadanya, “ Demi Allah, tidakkah puan mahu memberi kepada saya sesuatu yang dapat dimakan?”
Read the rest of this entry »

Paradoks Maksiat Dan Iman

0

Posted by Nur Islam | Posted in Miscellaneous | Posted on 02-12-2011

Paradoks Maksiat

Kesyukuran dalam kemurkaan

Allahu Allah. Dunia hari ini dirasakan semakin hari semakin pelik. Hari ini membuka akhbar dan membaca kenyataan media seorang artis yang telah melakonkan adengan ranjang didalam filem terbarunya atas alasan untuk menghidupkan watak, kemudian mengucapkan ALHAMDULILLAH sebagai tanda pujian kepada Allah kerana adegan tersebut berjalan lancar dan baik sekali.

Tidak cukup dengan itu, artis wanita lain memberikan kenyataan sokongan kononnya bahawa babak ranjang itu penting untuk jalan cerita dan watak.

Kemudian saya membaca pula komen-komen masyarakat awam di ruangan facebook berkenaan isu ini yang menyokong artis terbabit kononnya biarlah mengapa perlu kecoh sedangkan itu hanyalah lakonan.

Terbatuk dan tercekik membacanya.

Read the rest of this entry »

Malas, Disitulah Nilainya

0

Posted by Nur Islam | Posted in Miscellaneous | Posted on 28-11-2011

Malas, Disitulah Nilainya

Malas. Satu kata yang kadangkala menjadi zikir dalam hidup kita. Seringkali dilafaz oleh lidah apabila sehingga terlupa bahawa kata-kata itu adalah doa. Tertanya-tanya juga, apakah fisiologi perubahan yang berlaku didalam diri tatkala kita diserang virus malas. Tidak pasti sama ada pakar psikiatri dan psaikologi mempunyai jawapan dan penerangan kepada perubahan dalam diri yang berlaku tatkala kita dilanda malas.
Read the rest of this entry »

Percampuran – Pergaulan Bebas

0

Posted by Saladin Safi | Posted in Miscellaneous | Posted on 26-11-2011

PERCAMPURAN – PERGAULAN BEBAS

Firman Allah S.W.T.:

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebajikan, dan melarang daripada berbuat kejahatan; dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat ke pada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” (Maksud Surah al-Taubah (9):71).

“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak-anak bagi saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” (Maksud Surah al-Nur (24):31).

“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak-anak bagi saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya. Dan kahwinkanlah orang-orang bujang (lelaki dan perempuan) dari kalangan kamu, dan orang-orang yang soleh dari hamba-hamba kamu, lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari limpah kurniaNya kerana Allah Maha Luas (rahmatNya dan limpah kurniaNya), lagi Maha Mengetahui.” (Maksud Surah al-Nur (24): 31-32).
Read the rest of this entry »

youtube AJataphijau
Ataphijau Facebook Group