Atap Hijau Rss

Tafsir Al-Quran : Ketaatan

0

Posted by Nur Islam | Posted in Akhlak, Tafsir | Posted on 23-11-2009

annisa-59

Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasulullah dan kepada “Ulil-Amri” (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu. Kemudian jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) dalam sesuatu perkara, maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (Kitab) Allah (Al-Quran) dan (Sunnah) RasulNya jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu) dan lebih elok pula kesudahannya.

Surah An-Nisa : Ayat 59

Asbabul Nuzul

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu  Abbas, ia berkata tentang firman-Nya, ” Taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya) dan Ulil Amri di antara kamu”. Ayat ini turun berkenaan dengan Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin Adi, ketika diutus oleh Rasulullah didalam satu pasukan khusus. Demikianlah yang dikeluarkan oleh seluruh jama’ah kecuali Ibnu Majah.

Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali, ia berkata: ” Rasulullah mengutuskan satu pasukan khusus mengangkat salah seorang Anshar menjadi komandan mereka. Takala mereka telah keluar, maka ia marah kepada mereka dalam suatu masalah, lalu is berkata : ‘Bukankah Rasulullah memerintahkan kalian mentaatiku’?. Mereka menjawab : ‘Betul.’ Dia berkata lagi : ‘Kumpulkanlah untukku kayu bakar oleh kalian.’ Kemudian ia meminta api, lalu ia membakarnya dan ia berkata : ‘Aku berkeinginan keras agar kalian masuk kedalamnya. ‘ Maka seorang pemuda di antara mereka berkata: ‘Sebaiknya kalian lari menuju Rasulullah dari api ini. Maka jangan terburu-buru ( mengambil keputusan ) sampai kalian bertemu dengan Rasulullah. Jika beliau perintahkan kalian untuk masuk kedalamnya, maka masuklah.’ Lalu mereka kembali kepada Rasulullah dan mengabarkan tentang hal itu. Maka Rasulullah pun bersabda kepada mereka

” Seandainya kalian masuk kedalam api itu, nescaya kalian tidak akan keluar lagi selama-lamanya. Ketaatan itu hanya pada yang ma’ruf”

Konsep Ketaatan

Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahawa Rasulullah bersabda

“Dengan dan taat adalah kewajiban seorang muslim, suka atau tidak suka, selagi tidak diperintahkan berbuat maksiat. Jika diperintahkan berbuat maksiat, maka tidak ada kewajipan mendengar dan taat.”(riwayat Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Ubadah bin ash-shamit, ia berkata : Kami dibaiat oleh Rasulullah untuk mendengar dan taat di waktu suka atau tidak suka, dan diwaktu sulit atau mudahnya kami, serta diwaktu diri sendiri harus diutamakan dan agar kami tidak mencabut kekuasaan dari penguasa, beliau bersabda :

” Kecuali kalian melihat kekafiran yang nyata dan kalian memiliki bukti jelas dari Allah” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Di dalam Hadith yang lain, dari Anas bahawa Rasulullah bersabda :

” Dengarkanlah dan taatilah oleh kalian! Sekali pun yang dijadikan penguasa untuk kalian adalah seorang budak Habsyah (Etiopia) yang kepalanya(rambutnya) seakan-akan buah kismis” ( Riawayat Al-Bukhari)

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang melihat pada pemimpinnya sesuatu yang tidak disukainya, maka bersabarlah. Karena tidak ada seseorang yang keluar dari Jama’ah sejengkal pun, lalu ia mati, kecuali ia mati dalam kematian Jahiliyyah.”

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahawa ia mendengar Rasulullah bersabda:

“Barang siapa yang melepaskan tangannya dari ketaatan, niscaya ia akan berjumpa dengan Allah pada hari kiamat tanpa hujjah. Dan barang siapa yang mati sedangkan di lehernya tidak ada baiat, nescaya ia mati dengan kematian dengan kematian Jahiliyyah” (riwayat Muslim)

Didalam hadith sahih yang disepakati, diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahawa Rasulullah bersabda :

” Barangsiapa yang taat kepadaku, maka berarti ia taat kepada Allah. Dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, maka berarti ia bermaksiat kepada Allah. Barangsiapa yang mentaati amirku, maka berarti ia mentaati aku. Dan barang siapa yang bermaksiat pada amirku, maka berarti ia bermaksiat padaku.”

Ini semua adalah perintah untuk mentaati para ulama dan uamara. Untuk itu Allah berfirman : “Taatlah kepada Allah,” iaitu ikutilah Kitab-Nya. “Dan taatlah kepada Rasul,” iaitu peganglah Sunnahnya. “Dan Ulil Amri di antara kamu,” iaitu pada apa yang mereka perintahkan kepada kalian dalam rangka taat kepada Allah, bukan dalam maksiat kepada-Nya. Karena tidak berlaku ketaatan kepada makhluk dalam rangka maksiat kepada Allah. Sebagaimana dalam hadith yang lalu :

“Ketaatan itu hanya dalam hal yang ma’ruf”

Perbezaan Pendapat

“Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Quran) dan Rasul(Sunnahnya),” Hal ini merupakan perintah dari Allah bahawa setiap sesuatu yang diperselisihkan oleh manusia, baik tentang Ushuluddin maupun furu’-furu’nya, wajib kebali kepada al-Kitab dan as-Sunnah, sebagaimana firman Allah

“Tentang sesuatu apa pun kamu berselisih, maka putuskannya(terserah) kepada Allah.”(As-Syuraa : 10)

Maka, apa saja yang ditetapkan oleh al-Kitab dan as-Sunnah, serta disaksikan kebenarannya(oleh al-Kitab dan as-Sunnah), maka itulah kebenaran. Dan tidak lagi ada dibalik kebenaran kecuali kesesatan. Untuk itu Allah berfirman. “Jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir” Artinya, kembali oleh kalian berbagai pertengkaran dan ketidaktahuan kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, lalu berhukumlah kalian kepada keduanya tentang berbagai hal yang kalian perselisihkan, “Jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir”

Hal ini menunjukkan bahawa orang yang tidak berhukum kepada al-Kitab dan as-Sunnah dalam berbagai pertikaian, serta tidak merujuk pada keduanya, maka bukanlah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Sedangkan firman-Nya, ” Hal itu lebih baik.” Iaitu berhukum kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta merujuk pada keduanya dalam memutuskan perselisihan adalah lebih baik. “Dan sebaik-baik takwil”. Iaitu sebaik-baik akibat dan tempat kembali, sebagaimana yang dikatakan oleh as-Suddi dan lain-lain. Mujahid berkata “iaitu sebaik-baik balasan”. Dan makna itu sangat dekat pada ketepatan.”

Sumber : Ibnu Kathir

Related post(s):
  • Tafsir Al-Quran : Membeli Syurga
    Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh...
  • Tafsir Al-Quran : Jangan Bersedih
    Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya) jika kamu orang-orang yang beriman. Surah Ali...
  • Tafsir Al-Quran : Islam Syumul
    “Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sungguh ia musuh yang nyata bagi kamu Surah...

  • Post a comment

    PPMC
    PPIMI
    puisi
    FUIYO